08 Juli 2010

Kenapa kita HIDUP?



ia memulai hidupnya dari sebutir benih,

kecil,

keras,

kering,

begitu mudah ia di patuk oleh burung,

atau tertiup oleh angin

atau di makan oleh tupai


kemudian ia tumbuh

menjadi tunas mungil

ringkih

sedikit saja terinjak

ia akan mati

tanpa air, ia akan mati

namun ia terus tumbuh

hingga batangnya mengeras

cabangnya menyeruak ditubuhnya

daunnya menghijau dan muncul di ujung2 cabangnya

hingga akhirnya

ia dewasa dan ia akan melaksanakan tugas mulianya

untuk berdzikir pada Rabbnya

untuk beribadah padaNya

dan untuk menyucikan penciptanya

ia pun berbuah....






dari sebutir telur,

atau dari rahim hangat sang bunda

hewan di seluruh dunia mulai menetas, lahir

dan mulai menghirup udara pertamanya

perih

kering

panas

namun ia tahu

tugasnya jauh lebih mulia untuk sekedar mengeluh

mereka tahu mereka harus tumbuh

mereka harus berlatih

burung yang mungil pun tahu

bahwa ia harus belajar menggunakan sayapnya

karena ia harus terbang!


kucing kecil pun tahu

tak masalah mengejar gulungan benang

atau mengejar ekor induknya

atau sekedar menubruk rumput kecil yang diam

ia hanya tahu

ia harus lincah, harus gesit dan harus secepat mungkin

karena ia akan berburu


rusa yang baru saja lahir pun tahu

bahwa ia harus segera berdiri

segera memulai langkah kecilnya

lalu mulai berlari kecil

karena ia tahu ia harus melesat

agar ia bisa bertahan dan melaksanakan tugas mulianya

atau ia hanya akan menjadi santapan singa


sang singa pun tahu dengan jelas

ia harus makan

makan sejak kecil ia akan mulai berlari dan terus berlari





Mereka semua tahu

tentang tugas hidup mereka masing-masing

itulah dzikir mereka

itulah ibadah mereka




"dan tidak Ku ciptakan jin dan Manusia melainkan untuk ber-ibadah kepadaku"

makan, minum, tidur, berkomunikasi, bersahabat, berbelanja,kuliah

dan segala macam perbuatan kita dalam rangka HIDUP

haruslah bernilai Ibadah

kalau tidak untuk apa kita hidup?

kitalah sang kholifah

makhluk paling berkuasa di bumi


tapi terkadang

kita tidak lebih pintar

dari pemilik otak udang

atau wajah kambing

atau badan kerbau


karena kita tidak mau tahu

KENAPA KITA HIDUP?


banyumeneng 1, giriharjo

29 Juni 2010

Efektivitas

Kunci dari efektivitas pemakaian waktu adalah
Adil

Efektif itu mudah. Mudah itu efektif. Jadi mari permudah urusan dan efektifkan urusan itu.

Semakin lama, semakin mudah untuk memahami bahwa sesuatu itu dibuat sesuai dengan tujuannya tidak boleh lebih dari itu. Selebihnya adalah mubazir.

Dalam hal kehidupan pribadi misalnya. Kalau makan hanya di butuhkan separuh piring dengan lauk secukupnya namun sudah mampu menyuplai tenaga dan menyehatkan, kenapa harus makan banyak? Kalau hanya butuh hiburan sekedarnya, kenapa harus menghabiskan banyak waktu untuk mencari hiburan? Bahkan, dalam hal berwudhu pun, kalau bukaan kran yang kecil cukup, kenapa merasa tidak sreg jika alirannya tidak deras? Kalau tidur cukup dengan 4 jam sehari, kenapa harus 8jam sehari?

Sesuatu yang berlebih, artinya sudah tidak efektif lagi fungsinya. Itulah mubazir, dan mubazir itu membawa kepada keburukan semata.
Kelebihan makanan jelas memberikan peluang munculnya penyakit ditubuh kita lebih besar. Kelebihan makanan tidak membuat tenaga yang kita miliki berfungsi optimal, justru kelebihan makan membuat tubuh lebih mudah lesu, lemas, dan sulit untuk berkonsentrasi.
Kelebihan hiburan, membuat harta kita yang paling berharga hilang, yaitu WAKTU. Waktu yang kita miliki sekarang tidak akan pernah kembalil lagi, maukah kau menyesalinya?
Air yang terpakai untuk wudhu Rasulullah Muhammad Sholallahu'alaihi wassalam tidak mencapai satu liter. Percayakah anda?
Mandi Rasulullah hanya menghabiskan 1 gantang air saja. Itulah Efektif.

Tidur Rasulullah hanya sekedar melepaskan lelah saja, tidak pernah berlebihan. Beliau adalah orang yang paling efektif memanfaatkan waktunya. Setiap hak dipenuhi dengan adil. Hak untuk beribadah, untuk jasadnya, untuk keluarganya, untuk ummatnya.

Kuncinya adalah efektivitas.

Kalau bisa dipermudah, kenapa dipersulit?
Kalau bisa dipercepat, kenapa ditunda-tunda?

Kalau urusan bisa diselesaikan dalam waktu 1 jam, kenapa mengulurnya menjadi 1,5 jam?

Let's change!
MULAI DARI HAL YANG KECIL,
MULAILAH DARI DIRI SENDIRI,
MULAI SEKARANG JUGA



hanya sekedar coretan
juni 2010

21 Juni 2010

Pacarku Sayang, putus yuukkk....

Meskipun bukan karya sendiri, yang penting niatnya untuk dakwah!!
Untuk pembaca yang masih pacaran silahkan di baca sampe tuntas, habis itu putusin deh pacarnya... atau ajak nikah aja langsung. Sip kan?
Allahu ta'ala a'lam

Buat komporin aja nih yang belum juga putus sama “pacar”nya, santai aja lagi kalo “pacaran” cuma buat seneng-seneng waduh yang cewek jangan mau coz, kalian yang dijadikan “objek” untuk kesenangan para kaum adam, dan para cowok kaya ga ada “maenan” lain apa?, ngapain bales dendam karena pernah disakitin (ga baik loo!). Lagi pula siapa suruh “pacaran” weeeeeeeeeeee.....

Kalian mau kenal pasangan lebih “dalam”? Buat apa? Kecocokan? Bullsh*t semua tuh (mode sensor on).dalam islam tuh ga ada namanya pacaran sebelum nikah bahkan ta'aruf pun ga ada. Jadi putusin aja si doi deeh, dunia ga bakalan kiamat kok (suer deh!)

“Mencari jodoh yang baik adalah senantiasa memeperbaiki
diri hari demi hari. Lalu kita menjemputnya dari tangan
Allah diiringi senyuman sang bidadari”
(Salim A. Fillah, gue never die)

14 April 2010

Ujian

Hidup => pilihan
Pilihad => tanggungjawab

Hidup itu harus di pertanggungjawabkan,
maka hati-hatilah memilih kehidupanmu


Alhamdulillah... rasanya lama banget gak nulis di blog tercinta ini. Kalo gak salah inget aktivitas terakhir itu daftar twitter untuk melengkapi template keren ini (meskipun twitternya gak pernah aktif hehehe).

Lagi pengen nulis sesuatu yang ringan nih, biar gak pusing nulisnya.
Kampus biru-ku, saat ini lagi dalam suasana belajar yang kental, lagi ujian soalnya... meskipun gak serempak sih... FMIPA ujian paling telat, baru minggu ini sampe minggu depan. Kalo saya sendiri baru besok ujian. Ujian pertama adalah mata kuliah yang harus di ulang karena keteledoran dan kecerobohan sendiri, jadi malu nih... (pembaca gak perlu tahu kenapa ya..)

Tapi rasanya gak semangat nih mau ujian. ada yang mau memberi saran ???

Kuliah semester ini gak terlalu menarik sih, mungkin itu penyebabnya jadi males belajar. Mata kuliah wajib yang menarik cuma 1, makupil (mata kuliah pilihan) yang cukup jadi bahan pikiran juga cuma satu....

Semoga di ijinkan Allah untuk melanjutkan pembelajaran di ONMIPA tahap III.

Oke lets talk something "agak" serious, daripada baca curhat saya kan.. :-)))

Followers!!