12 Juli 2011

sekian lama tidak posting



tengah malam, dalam kondisi lapar,sayangnya tidak ada warung 24 jam di daerah kricak.
 
"wah, kornet superqurban ini sudah matang belum ya?"tanyaku ke penghuni yang lain. kupikir sudah, karena sudah sejak kemarin mendekam di magic com dalam kondisi hidup. Panas memang, tapi tidak sampai mendidih. kupikir akan enak kalau ditambahkan ke mi instanku yang baru kumasak.

"lha, kan cuma ditarus di magic com mas, emang bisa mateng?" jawabnya.
"eh?"
tiba-tiba jadi susah menjawabnya....
bukan apa-apa, cuma bingung saja. tahunya belum mateng sama sudah mateng gimana?
"emang, definisinya mateng apaan?" 
rekanku lebih memilih diam dan melanjutkan menata barang-barangnya yang masih berantakan. saat itu pukul 12.25 dini hari. Tetap saja kumakan kornet dari idul adha 1431 H itu. Enak juga...

yang ingin ku bagikan padamu, tentang satu kata di cerita diatas  adalah "definisi". kalau ku definisikan matang adalah dimasak hingga suhu air mendidih selama sekian menit, maka jelas kornetku belum matang. tapi kalau definisinya mengalami pemanasan di dalam magic com selama 3 jam, maka luar biasa matang kornet ku :-)
jadi, maksudnya apa dong, sabar pembaca yang berbudi (tapi belum tentu budiman),... bukankah orang yang cerdas itu pandai mengkaitkan sesuatu dengan lainnya?
Mari kita kaitkan dengan masalah. katakanlah kita sedang punya masalah : "tidak bisa kekampus tepat waktu karena motor sedang mogok berat sejak seminggu yang lalu". oke, dari pernyataan itu kita bisa menyelesaikannya dengan mengubah pandangan. Kalau tidak ada motor, tentu perjalanan ke kampus menjadi lebih lama, maka ia pun menjadi telat. Menurutnya, telat disebabkan oleh ini. Masuk akalkah?
tentu saja, ya...

kalau kita membayangkan berangkat ke kampus sama seperti biasa ketika motor tersedia. Bayangan tersebut tentunya harus diubah kan? berangkat lebih pagi, atau yang lebih kreatif mencari kendaraan lain untuk ke kampus akan menyelesaikan masalah. Kalau dia, sang pemilik masalah, lebih kreatif.

Seringkali, masalah muncul bukan karena orang lain, atau karena lingkungan kita, atau lainnya. Masalah muncul seringkali karena kita menganggapnya sebagai "masalah", atau karena kita mendefinisikannya sebagai "masalah". Bagaimana kalau definisi masalah tersebut kita ubah, bisa jadi yang tadinya kita anggap masalah ternyata bukan lagi masalah. coba saja. setelah itu, sulit sekali mengatakan "ah ini masalah", "ah saya tidak bisa", dan beberapa kalimat negatif lainnya.

seorang bijak pernah berkata "hikmah itu seperti barang temuan, barangsiapa menemukannya maka ambillah"

Dari Syu'aib,Rasulullah bersabda :"Sungguh perkara seorang mukmin itu menakjubkan. Semua perkaranya merupakan kebaikan dan hal itu tidak didapati kecuali pada diri orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan lalu kemudian bersyukur, maka itu baik baginya. Bila terkena kesempitan/musibah lalu bersabar, maka itu kebaikan pula baginya." HR Muslim.

Definisikan saja masalah sebagai keburukan menurut pandangan Allah Ta'ala, maka kita akan mendapatkan masalah jika dan hanya jika kita ingkar,bermaksiat kepadaNya, melanggar perintahNya. 
Begitu kan?

14 Mei 2011

Asas aksi terkecil

Alam ini berjalan memenuhi hukum-hukum fisika. Beberapa hukum yang telah dikenal misalnya hukum Newton tentang gerak, hukum Kepler, dan lain-lain. Hukum-hukum tersebut ternyata berlaku mengikuti aturan yang lebih umum, yaitu asas atau principle.

Jadi asas derajatnya lebih tinggi daripada hukum, tentusaja jumlah asas lebih sedikit daripada hukum. Hukum pemantulan dan hukum Snelius dalam pembiasan misalnya, ternyata terangkum dalam asas waktu tersingkat Fermat.


Fisika akan terasa menyenangkan ketika kita mulai membicarakan asas ini, kemudian bereksplorasi mencari asas asas lain dilingkungan kita. Bagaimana jika asas-asas tersebut ternyata memiliki keteraturan yang sama? Ada kemungkinan kita akan mengetahui bagaimana alam semesta ini bekerja secara umum.

Mungkin.

Di artikel ini, admin menyertakan slide presentasi tentang ASAS AKSI TERKECIL, sekedar pengantar untuk mengetahui cara kerja asas aksi terkecil ini. Hasilnya, pembaca diharapkan akan mengetahui bagaimana persamaan Euler-Lagrange diturunkan. Slide ini disampaikan pada acara Pesantren Fisika angkatan III, di Universitas Gadjah Mada.

berikut linknya :

http://www.ziddu.com/download/14985208/Asasaksiterkecil.7z.html

02 Mei 2011

ON-MIPA PT 2011 | Tujuan dan maksud penyelenggaraan

Acara besar telah terselenggara, kompetisi Nasional ON-MIPA PT 2011,
para pemenang sudah ditentukan, dan masing-masing telah menerima hasil jerih payahnya. Total hadiah diperkirakan mencapai lebih dari 1 milyar. Seperti tidak mau kalah dengan OSN di SMA atau SMP, ataupun OSN-PTI oleh pertamina. Namun, layakkah dana sebesar itu HABIS untuk acara seperti itu?

Seorang dosen di FMIPA UGM, di prodi Fisika mengatakan OSN dan semacamnya itu bukanlah hal yang penting, masih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting dan layak. Orang yang menjadi juara di Olimpiade belum tentu mampu menjadi ilmuwan yang hebat dan mampu memberikan sumbangsih untuk negaranya.

Sementara itu banyak orang lain yang berpikiran sebaliknya. Pertamina pada pembukaan OSN-PTI 2009, mengatakan OSN-PTI versi mereka memiliki dampak yang besar, yaitu menumbuhkan rasa "scientific couriousity" atau rasa penasaran ilmiah. Harapan dari timbulnya rasa penasaran ilmiah itu adalah majunya ilmu pengetahuan alam Indonesia yang nantinya akan membantu kebangkitan teknologi dan peradaban bangsa ini. Meskipun ada tujuan "sampingan" pertamina mengadakan acara OSN-PTI ini, yaitu penyaluran dana CSR Pertamina yang besar serta pencarian kader-kader baru Pertamina.

Sementara itu sebagian peserta ON-MIPA PT 2011, ketika ditanyakan mengenai pendapat mereka tentang dampak penyelenggaraan acara itu untuk kemajuan bangsa sebagian mengatakan tidak begitu berpengaruh. Karena acara ini hanya terkesan acara adu kepintaran dan ajang mencari "uang" bagi para peserta. Peserta lain mengatakan, setidaknya untuk bidang tertentu, yang akan mengirimkan wakilnya ke ajang kompetesi internasional, akan mengharumkan nama bangsa.

Itu beberapa tanggapan dari beberapa pihak.

Dari DIRJEN DIKTI selaku penyelenggara mengemukakan 3 tujuan utama penyelenggaraan acara ini yaitu :
1. Menjadi ajang / forum perkenalan untuk berbagai mahasiswa dari segala penjuru
2. Mengingat pentingnya MIPA yang diharapkan jika MIPA indonesia MAJU maka Teknologi dan peradaban bangsa ini pun akan maju pula
3. Memasyarakatkan MIPA kepada masyarakat, mengingat citra MIPA di masyarakat yang terkesan buruk.

itulah yang hendak di tuju oleh penyelanggara ON-MIPA  2011.

Bagi kami para peserta, mungkin kami tidak terlalu mengetahui tujuan ini. Bagi saya pribadi, ajang ini adalah arena berlatih untuk mempersiapkan bekal keilmuan untuk menjadi peneliti di bidang MIPA.

Olimpiade telah berakhir pada hari Ahad, 1 Mei 2011, SELAMAT kepada para pemenang, terus lanjutkan proses pembelajaran itu. Tidak cukup sekedar medali, karena hanya anda yang merasakan dampak dari medali dan dana itu. Buat semua orang merasakan manfaat dari ilmu yang anda pelajari.

Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, apapun itu... gali terus potensinya.

07 April 2011

Mathematical Methods in Physical Sciences, Mary L Boas | an ebook

Referensi ebook kali ini, adalah buku tentang Matematika untuk Fisika, kalo di tempat sya kuliah dulu, ada 3 kali 3 sks kuliah ini, Matfis I, Matfis II dan Matfis III. Pengetahuan tentang ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan fisika disekitar kita dengan alat "matematik" yang tepat.

Mary L. Boas, adalah salah satu pengarang buku Mathematical Methods ini. Buku ini dicantumkan dalam daftar referensi di buku panduan perkuliahan di Universitas Gadjah Mada. Cukup mudah dipahami, dengan contoh soal yang banyak, serta latihan dan kunci jawaban untuk melatih ketrampilan pembaca. Cukup lengkap, karenanya buku ini terlihat cukup tebal, hingga lebih dari 700 halaman.
Ada beberapa buku lain yang bisa dipakai, seperti karya Erwyn Kriezyg, biasanya dipakai oleh mahasiswa teknik.


silahkan nikmati link downloadnya di library.nu

Followers!!