03 Maret 2016

Kunci Jawaban OSK Fisika SMA 2016

Soal OSK Fisika SMA 2016 No 1

1- (8 poin) Tinjau fenomena osilasi bebas yang dialami suatu tetes cairan yang berhasil direkam oleh beberapa astronot pada saat mereka sedang mengorbit di ruang angkasa bebas gravitasi. Fenomena ini mereka temukan pada saat mereka sedang berusaha menangkap satu tetes air yang besar dan kemudian merekamnya dalam bentuk video. Para astronot berhasil mengamati dengan jelas kalau ukuran/jari-jari tetes air tersebut benar-benar berosilasi (lihat gambar).
Fenomena ini belum diketahui banyak orang karena mereka bermukim di permukaan Bumi yang gravitasinya mengakibatkan tetes cairan mengalami jatuh bebas lebih cepat sehingga tidak sempat mengalami osilasi. Fenomena populer ini pertama kali diselesaikan oleh Lord Rayleigh yang hasilnya telah dipublikasi dalam majalah ilmiah Nature volume 95, halaman 66, tahun 1915.

(a) (4 poin) Dengan mengabaikan pengaruh percepatan gravitasi bumi, tentukan besar frekuensi osilasi tetes di atas yang dianggap bergantung pada massa jenis cairan ($\rho$), jari-jari tetes cairan ($r$), dan tegangan muka cairan ($\sigma$).

(b) (2 poin) Untuk ukuran tetes cairan yang sama, hitunglah nilai perbandingan (rasio) antara frekuensi osilasi tetes cairan A dengan frekuensi osilasi tetes cairan B dengan menggunakan hasil (a) di atas, dan

(c) (2 poin) Jelaskan kesimpulan Anda tentang pengaruh massa jenis cairan terhadap frekuensi osilasinya.

Diketahui:


$\rho$ massa jenis: 1 g/cm3 (cairan A) dan 12,1 g/cm3 (cairan B)
$\sigma$ tegangan muka: 0,0405 N/m (cairan A) dan 0,5 N/m (cairan B)

Pembahasan

 (a) Dari data pada soal di atas dapat disimpulkan bahwa persamaan frekuensi osilasinya berbentuk ($k$ adalah tetapan tak berdimensi) :
\[f=k\rho^\alpha r^\beta \sigma^\gamma\]
dan dengan menggunakan kesetaraan dimensi kita dapatkan persamaan dimensinya adalah
\begin{align}
 [f]&=[k][\rho]^\alpha [r]^\beta [\sigma]^\gamma \\
T^{-1}&=(M L^{-3})^\alpha (L)^\beta (M T^{-2})^\gamma \\
 T^{-1}&=M^{(\alpha + \gamma)} L^{(-3\alpha + \beta)} T^{-2\gamma}
\end{align}
Lalu dengan menyelesakan persamaan dimensi di atas kita dapatkan
\[\alpha = -\frac{1}{2}, ~~~~\beta =-\frac{3}{2}, ~~~~\text{dan}~~\gamma=\frac{1}{2}\]
Sehingga persamaannya frekuensinya menjadi :
\[f=k\sqrt{\frac{\sigma}{\rho r^3}}\]

(b) Perbandingan frekuensi untuk ukuran tetes cairanyang sama antara cairan A dan B
\begin{align*}
\frac{f_A}{f_B}&=\frac{k\sqrt{\frac{\sigma_A}{\rho_A r^3}}}{k\sqrt{\frac{\sigma_B}{\rho_B r^3}}}\\
&=\sqrt{\frac{\sigma_A \rho_B}{\sigma_B\rho_A}}\\
&=\sqrt{\frac{0,0405 \cdot 12,1}{0,5 \cdot 1}}\\
&=0,99
\end{align*}

(c) Pada (b) hasil perbandingan frekuensinya adalah 0,99, dengan kata lain frekuensi cairan A dan B tidak berbeda (hanya sedikit berbeda). Massa jenis kedua cairan memang berbeda jauh. Massa jenis cairan A jauh lebih kecil daripada cairan B, namun tegangan muka B yang juga jauh lebih besar dari A mengimbangi perbedaan tersebut. Sehingga frekuensinya mirip.



2- (12 poin) Sebuah peluru ditembakkan dari titik A ke titik B dimana titik A dan B merupakan titik-titik sudut alas suatu segitiga ABC (lihat gambar). Segitiga ABC sebidang dengan lintasan peluru. Lintasan peluru diketahui berjarak H dari titik C (titik puncak segitiga). Jika diketahui  $\angle CAB =\alpha$, sudut $\angle CBA=\beta$ sudut  dan jarak AB adalah $L$, tentukan:

                                        
a. (10 poin) sudut elevasi ketika peluru ditembakkan,

b. (2 poin) laju awal peluru ketika ditembakkan jika $\alpha =\beta$

Nyatakan semua jawaban dalam H, L, $\alpha$, dan $\beta$.

Pembahasan :

a. Persoalan di atas merupakan persoalan gerak parabola, dengan tata koordinat seperti gambar ini :

                                
yang persamaan geraknya pada sumbu x ($x_0,y_0$ ada di A):
\[x=v_0\cos\theta~ t\]
(dengan $\theta$ adalah sudut elevasi), dan pada sumbu y:
\[y=v_0\sin\theta t -\frac{1}{2}gt^2\]
lalu subtitusikan $t$ dari persamaan pertama ke kedua sehingga persamaan menjadi :
\[y=\tan\theta~x-\frac{gx^2}{2v_0^2 \cos^2\theta}\]
kemudian dengan menggunakan dua titik pada gambar di atas, yaitu titik  B(L,0) dan C($AC\cos\alpha$, ${H+AC\cos\alpha}$), dengan AC adalah (aturan sinus)
\[\frac{AC}{\sin\beta}=\frac{L}{\sin(\pi-(\alpha+\beta))}\]
Maka dari 2 titik itu didapatkan persamaan
\[0&=\tan\theta~L-\frac{gL^2}{2v_0^2 \cos^2\theta}\\
\]









02 Maret 2016

Cara Menulis LaTex di Blogger.com


Persamaan Medan Gravitasi Einstein
\[\boxed{G_{\mu \nu}\equiv E_{\mu\nu}-\frac{1}{2} R g_{\mu\nu} = \frac{8\pi G}{c^4} T_{\mu\nu}}\]

Alhamdulillaah berhasil-berhasil... :-). Kalau pembaca bisa melihat persamaan Medan Gravitasi Einstein tertuliskan dengan indah a la LaTex, berarti memang berhasil seratur persen.

Yap, Blogspot.com milik saya ini sudah bisa menulis document seperti LaTex pada umumnya, dan lebih dahsyat lagi, tidak perlu nginstall apa-apa selain "kopi paste" aja lhoo...

Mau tahu caranya?

1. Fitur ini merupakan javascript yang disebut MathJax (silahkan cari-cari lebih lanjut ya...) cara mengaktifkannya mudah. Ikuti langkah ini :
To enable MathJax, just drop in
<script type="text/javascript" src="http://cdn.mathjax.org/mathjax/latest/MathJax.js">
MathJax.Hub.Config({
 extensions: ["tex2jax.js","TeX/AMSmath.js","TeX/AMSsymbols.js"],
 jax: ["input/TeX", "output/HTML-CSS"],
 tex2jax: {
     inlineMath: [ ['$','$'], ["\\(","\\)"] ],
     displayMath: [ ['$$','$$'], ["\\[","\\]"] ],
 },
 "HTML-CSS": { availableFonts: ["TeX"] }
});
</script> 
after the header (<head>) in the Blogger template (Design→Edit HTML→Edit Template).

Bisa bahasa inggris kan gan? hehe
2. Kalau udah terinstall langsung deh nulis pakai kodingnya LaTex di blogger kamu. misalnya pakai apit tanda "$" untuk menulis persamaan yang dalam baris. Atau apit pakai "\[" dan "\]" (tanpa pakai tanda petik tentunya). POkonya mirip sama LaTex Editor yang dulu deh 

3. Selamat mencoba ya...

kalau gagal, boleh deh komen di sini, tapi yang nyambung ya...

20 November 2015

Khutbah Jum'at - Para shalihin itu, benar-benar kita butuhkan

Khutbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ اللهِ.. اِتَّقُوْا اللهَ رَبَّكُمْ وَأَطِيْعُوْهُ لِتَنَالُوْا بِتَقْوَاهُ وَطَاعَتِهِ سَعَادَةَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَسَلُوْهُ جَلَّ وَعَلَا التَوْفِيْقَ وَالهِدَايَةَ وَالمَعُوْنَةَ عَلَى التَقْوَى وَالطَاعَةِ؛ فَإِنَّ الأَمْرَ كُلَّهُ بِيَدِهِ جَلَّ فِي عُلَاه

ba'da tahmid, shalawat dan wasiat taqwa
 
Jama'ah jum'at rahimakumullaah

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa berkeliling di seisi bumi sebagai tambahan (selain dari malaikat-malaikat yang menyertai makhluk)”, demikian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Beliau melanjutkan “Mereka (malaikat-malaikat itu) selalu mencari majelis-majelis dzikir. Jika mereka mendapatkan satu majelis yang di dalamnya mengingat Allah , maka mereka akan duduk beserta para ahlinya. Sebagian mereka melingkupi sebagian yang lain dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi ruang antara majelis itu dengan langit dunia.”
“Jika orang-orang itu bubar berpisah” sambung Rasulullah, “maka para malaikat itu pun naik ke langit. Kemudian  bertanyalah Rabb kita jalla jalaluhu kepada mereka, meski Dia Maha Tahu atas segala sesuatu : “Dari manakah kalian datang?”
“Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di muka Bumi,” jawab para malaikat. “Mereka bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid dan memohon kepada-Mu.”
Allah subhanahu wata'ala berfirman, “Apa yang mereka minta kepada-Ku?”
“Mereka meminta surga-Mu,” jawab para malaikat.
“Apakah mereka melihat surga-Ku?”
“Tidak, wahai Rabb kami.”
“Lalu bagaimana jika mereka pernah melihatnya? (Pastilah mereka lebih-lebih lagi memintanya).”
Para malaikat itu melanjutkan, “Dan mereka pun memohon perlindungan-Mu.”
“Dari apakah mereka meminta perlindungan-Ku?”
“Dari neraka-Mu.”
“Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku?”
“Tidak, wahai Rabb kami.”
“Lalu bagaimana jika mereka pernah melihatnya? (Pastilah mereka lebih lagi dalam memohon perlindungan).”
Para malaikat melanjutkan,”Dan mereka memohon ampunan-Mu.”
Maka berfirmanlah Rabb kita Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, “Sungguh Aku mengaruniakan ampunan kepada mereka. Sungguh Aku menganugerahkan apa-apa yang mereka minta. Dan sungguh Aku melindungi mereka dari apa-apa yang mereka meminta perlindungan Ku darinya.”
“Wahai Rabb kami,” tukas para malaikat,”di antara mereka terdapat seseorang, dia adalah hamba yang banyak melakukan kesalahan (maksiat). Dan sungguh dia hanya melintas, lalu duduk bersama mereka.”
Allah subhanahu wata'ala berfirman, “Aku juga memberikan ampunan baginya. Sebab mereka ini (ahli majelis) adalah orang-orang yang teman duduknya tidak akan merasakan sengsara, siapapun dia.”
Allahu akbar, Allah Maha Besar, Maha Pemurah bagi hambanya..

Jama'ah jum'at rahimakumullaah
 
Imam Asy-Syaukani (kitab tuhfatudz Dzakirin) menanggapi bagian akhir hadits ini. Beliau berkata : “Orang yang banyak kesalahan dan hanya sekedar melintas tapi duduk bersama para ahli majelis dzikir, disamakan dengan mereka meskipun dia bukan bagian dari mereka. Sesungguhnya keberkahan para ahli majelis dzikir itulah yang menjangkaunya, lalu dia disertakan untuk memperoleh ampunan, terhindar dari nekara dan dikaruniai surga sebagaimana mereka.”

Sungguh benarlah perkataan Amirul Mu'miniin Umar ibn Khaththab radhiyallaahu 'anhu “Karunia terbaik bagi seorang hama sesudah keislamannya adalah : saudaranya yang shalih.”
Demikian pula perkataan imam Asy-Syafi'i yang dengan penuh kerendahan hati beliau berkata : “Aku mencintai orang-orang shalih, meski diri ini tidak termasuk bersama mereka. Semoga dengan begitu, aku akan menggapai syafa'at bersama mereka.”

jama'ah jum'at rahimakumullaah
 
Menjadi orang shalih adalah usaha yang harus kita lakukan, terus menerus dalam kehidupan kita untuk melakukan amal-amal kebaikan sehingga menjadikan diri kita sebagai shalihin. Namun tidak kalah penting pula adalah berusaha mencintai dan membersamai orang-orang shalih. Baik di dalam majelis-majelis mereka maupun dalam kehidupan sehari-hari, karena Rasulullah bersabda kepada Anas ibn Malik :
“Engkau (di akhirat )akan bersama dengan orang-orang yang engkau cintai.”

أَقُوْلُ هَذَا القَوْلِ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

Khutbah Kedua:
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}
 
Jama'ah jum'at rahimakumullaah
 
Kita sangat membutuhkan keberadaan dan kebersamaan dengan para orang-orang shalih ini.
Sebagaimana Imam Hasan Al-Bashri berkata : “Perbanyaklah kawan-kawan yang shalih. Sungguh mereka memiliki syafa'at di hari Kiamat.”
Seisi bumi adalah ladang yang membutuhkan keberkahan. Dan tanda kesuburannya yang paling besar adalah bertebarannya sosok-sosok kekasih Allah ini, makhluk-makhluk shalih yang melakukan ishlah, yaitu melakukan perbaikan dan kebaikan bagi hamba-hamba Allah lainnya.
“Shalihuun, yakni orang-orang shalih,” tulis Imam Ibnul-Jauzi dalam kitabnya Zadul Masir, “adalah nama yang disandang bagi setiap insan yang baik dalam batin maupun lahirnya.”
Imam Al-Alusi dalam tafsir ruhul ma'ani berkata :”Mereka adalah orang-orang yang mengerahkan seluruh usianya menuju ketaatan kepada Allah dan membelanjakan rizqi yang dikaruniakan pada mereka pada apapun yang di ridhaiNya.”
Keberadaan mereka menjadi pengundang rahmat Allah yang turun dari langit, sebab keberadaan merekalah Allah menjauhkan bencana, menurunkan hujan, memenangkan kebenaran dan ahlinya, tersebarkan yang ma'ruf dan tercegahlah apa-apa yang munkar, serta tertutuplah segala kekejian.
Maka sedemikian besar kebutuhan kita terhadap para shalihiin.
Jama'ah jum'at rahimakumullah, maka marilah kita menjadi orang-orang yang shalih, dan juga berusaha mencintai orang-orang shalih dan membersamai mereka, jika kita tidak mampu menjadi seperti mereka.




إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ
 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.


ref : Lapis-lapis keberkahan, Salim a. Fillah

19 Oktober 2015

CEO Google memiliki kisah inspiratif tentang kecoa.

Repost

"Kecoa"

CEO Google memiliki kisah inspiratif tentang kecoa.

Nama Sundar Pichai kini mulai banyak dikenal oran g ketika menjabat pimpinan tertinggi raksasa perusahaan Google. Pichai terlahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Pichai dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek dia yang sukses yakni browser Chrome, Chrome OS, dan Chromebook.

Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras. Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato yang indah oleh Sundar Pichai – seorang Alumni IIT-MIT dan mantan Global Head dari Google Chrome. Apa isi pidato tersebut?
kisah inspiratif
Sundar Pichai berpidato tentang kecoa. Kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan.

Teori kecoa untuk Pengembangan Pribadi

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.

Pelayan bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan.

Pelayan berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.

Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkan nya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan tidak terganggu?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya:

"Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?"

Ia melanjutkan pidatonya..

"Dari tempat saya duduk, saya berpikir..

Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?

Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.

Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Atau macet dijalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, deadline yang ketat, tetangga yang mengganggu, dsb.

Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.

Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian."

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Disitu saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu saya.

Bukanlah kemacetan lalu lintas di jalan yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kemacetan yang mengganggu saya.

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.
Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?

Kita mengerti, kita tidak harus bereaksi dalam hidup. Akan lebih baik kita harus selalu merespon.

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.

Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami ………… HIDUP.

Orang yang BAHAGIA bukan karena Semuanya berjalan dengan benar dalam Kehidupannya..

Dia BAHAGIA karena Sikapnya dalam menanggapi Segala sesuatu di Kehidupannya Benar..!

Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO.

Followers!!