12 Oktober 2010

Demokrasi Itu Busuk?

Demokrasi di abad milenium ini telah menjadi mesin 'pembunuh' terhadap golongan yang tidak disukai. Dengan mesin propaganda media, dan seorang agitator yang ‘idiot’ sekalipun, asalkan mendapatkan ‘covered’ media akan menjadi seorang pahlawan. Berikutnya dia akan menjadi pemimpin politik, yang dapat bertindak sesuai dengan nalurinya. Inilah saat sekarang yang terjadi di di negara Barat, khususnya di Uni Eropa.

Tengoklah peristiwa yang terjadi di Belanda. Bagaimana Belanda sekarang berubah menjadi ‘big bang’ bagi seluruh daratan Uni Eropa. Semuanya bermula dari mulut seorang tokoh sayap kanan, Weelders, yang memimpin Partai Kebebasan (PVV), yang dengan lantang meneriakkan pengusiran kaum imigran dan muslim dari negeri itu. Weelders yang mula-mula sebagai tokoh phobia Islam, dan penghina Islam, terus beranjak, dan sekarang masuk dalam pemerintah Belanda, dan mempunyai posisi kunci, karena berhasil memenangkan sejumlah kursi, yang cukup signifikan. Sehingga, memiliki posisi tawar yang sangat kuat di dalam ‘mainstreams’ politik negeri Kincir ini.

Tetapi, gaung dan teriakan Weelders, yang sangat ekstrim, dan selalu meneriakan pandangan yang sangat benci terhadap imigran dan Islam, ternyata mendapatkan sambutan gegap gempita, di hampir seluruh daratan Uni Eropa. Indikasinya semakin nampak kasat mata. Perubahan-perubahan politik terus bergulir di seantero Eropa, dan dengan masuknya kelompok sayap kanan di hampir semua pemerintahan baru di Uni Eropa.

Partai-partai berkuasa di seantero Eropa yang dominan, seperti di Perancis, Jerman, Inggris, Swedia, Belanda, Austria, dan Spanyol, harus berkolaborasi dengan partai-partai baru yang berhaluan sayap kanan. Partai-partai yang berkuasa tak dapat membentuk pemerintah baru, tanpa harus mengikut sertakan partai baru yang berhaluan kanan. Sepanjang sejarah politik di Eropa, baru sekarang ini kaum sayap kanan,yang memiliki pandangan yang naif terhadap imigran dan Islam menjadi sebuah ‘mainstream’ baru.

Peristiwa WTC yang terjadi di New York, yaitu 11 September 2001, seperti dentang ‘lonceng’ di Gereja, yang menyeruak ke seluruh penjuru dunia, terutama di Barat, yang memberikan ‘warning’ tentang bahaya teroris dan fundamentalis Islam, yang akan menghancurkan Barat. Inilah yang sekarang terus berlangsung, yang disebut dengan perang global melawan terorisme.

Sekalipun sang pencetus telah turun dari tahtanya di Gedung Putih, yaitu George Walker Bush, dan digantikan Barack Obama, tetapi persepsi dan perasaan dikalangan masyarakat Barat telah tertanam adanya ancaman dari Islam dan umat Islam. Sekalipun, berulang kali para pemimpin Barat, selalu menegaskan perang melawan terorisme itu bukan perang melawan Islam dan umat Islam.

Tetapi, semua fakta telah membantah, dan semuanya menunjukkan, bagaimana Barat, termasuk Uni Eropa sekarang dibenak rakyat dan para politisinya telah tertanam dalam-dalam tentang ancaman dari funamentalis Islam. Belum lama ini, intelijen Inggris memberikan peringatan yang sangat signifikan tentang kemungkinan akan terjadi serangan teroris terhadap kota-kota penting di Eropa.

Semua bumbu-bumbu yang disuguhkan para pejabat intelijen Barat itu, semakin menambahkan kalangan politisi di negaranya meneriakan dengan teriakkan yang lebih lantang mengusir kaum imigran muslim yang sekarang telah berada di negeri-negeri Uni Eropa.

Mereka melupakan sejarah perkembangan negara-negara Eropa, yang sekarang menjadi modern dan makmur, dan dengan kehidupan yang sangat mentakjubkan, tak lain dari dari hasil merampok dan menjajah negeri-negeri muslim. Mereka tidak akan dapat sekaya seperti sekarang ini, tanpa mereka merampok dan menjajah negeri-negeri muslim. Mereka tidak mungkin mencapai peradaban industri seperti sekarang ini, tanpa mereka mengeksploitasi kekayaan yang dimiliki negeri-negeri muslim. Sampai hari ini. Para imigran itu mereka ikut andil dalam membangun Eropa.

Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Mereka telah menguras dan mengeksploitasi seluruh kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Perancis, Inggris, Jerman Itali, dan Spanyol, mereka telah pula menjajah dan merampok negara-negara Arab dan Afrika Utara, yang sampai hari ini masih bercokol. Berapa banyak kekayaan yang telah mereka rampas?

Weelders politisi sayap kanan Belanda, yang mempunyai cita-cita ingin mengusir imigran muslim dari negaranya, menunjukkan sikap yang sangat paradoks.

Weelders yang masih keturunan Yahudi, mempunyai pandangan yang tak berbeda dengan Perdana Israel Benyamin Netanyahu dan Menlu Israel Avigdor Lieberman, yang juga mempunyai sikap sangat rasis dan rasialis, dan akan mengusir seluruh orang Arab yang ada di Israel, termasuk di wilayah yang diduduki Israel seperti Jerusalem Timur dan Tepi Barat.

Jadi demokrasi yang didengung-dengungkan Barat itu, tak akan memberikan kesempatan secara ‘equal’ kepada penduduknya, khususnya terhadap umat Islam. Bahkan, sikap itu terjadi di negeri-negeri muslim, di mana para penguasanya yang merupakan kaki tangan penjajah itu, mereka tidak memberikan kesempatan secara ‘equal’ terhadap kelompok-kelompok umat Islam untuk eksis secara politik.

Ini terbukti seperti yang terjadi di Aljazair, di mana saat FIS memenangkan pemilu, kemudian dibubarkan dan para pemimpinnya dipenjarakan. Di Palestina, Hamas tidak diberikan kesempatna untuk eksis, justru yang mendapatkan dukungan adalah kelompok Fatah yang dipimpin Mahmud Abbas, yang tak lain adalah boneka Barat. Begitulah demokrasi. Wallahu’alam.

www.eramuslim.com

Para Pemimpin Yang Sebaiknya Ditolak


Di antara Nubuwwah (prediksi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam) ialah persoalan para pemimpin yang sebaiknya ditolak. Dalam hadits tersebut digambarkan bahwa suatu ketika di masa yang akan datang bakal muncul para pemimpin yang dikenal di tengah masyarakat namun tidak disetujui karena sikap dan perilakunya yang zalim dan fasiq. Kemudian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberi tahu kita bagaimana sikap yang semestinya ditegakkan bila para pemimpin seperti itu muncul. Untuk lebih jelasnya inilah tex hadits itu secara lengkap:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ

فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ

وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya akan terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya akan selamat. Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Mereka bertanya: ”Apakah kami perangi mereka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” (HR Muslim 3445)

Dengan jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa orang yang membenci para pemimpin yang zalim dan fasiq itu akan terbebaskan dari tanggungan dosa. Orang yang tidak menyetujui mereka akan selamat. Berarti hadits ini menegaskan sikap yang semestinya dimiliki seorang mukmin ketika berhadapan dengan pemimpin yang memiliki penyimpangan akhlak. Berbeda sekali dengan anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa di dalam ajaran Islam bagaimanapun perilaku seorang pemimpin ummat harus tetap mematuhinya dan menganggapnya sebagai ulil amri minkum (pemegang urusan di kalangan orang-orang beriman). Hadits ini jelas membantah anggapan naif tersebut.

Lalu dengan tegas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan mereka yang rela dan mematuhi para pemimpin zalim dan fasiq itu. Beliau mengatakan bahwa ”Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Di sinilah ajaran Islam memandang bahwa urusan menyerahkan loyalitas dan kepatuhan bukanlah perkara ringan. Sebab tidak saja si pemimpin berdosa karena kezaliman dan kefasikannya. Tetapi rakyat ikut menanggung dosa juga bila mereka tetap rela atas kezaliman dan kefasikan pemimpin tersebut, apalagi kemudian mematuhinya. Sehingga Allah melarang seorang beriman untuk mentaati siapapun dan apapun tanpa ilmu dan kesadaran akan mana yang benar dan mana yang batil.

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ

وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Israa 36)

Namun suatu hal yang memang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga anjurkan ialah agar ummat jangan berfikiran untuk memeranginya selagi si pemimpin tersebut masih sholat. Menarik untuk diperhatikan ialah pandangan Imam Nawawi mengomentari potongan hadits ini ”Apakah kami perangi mereka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” Beliau menulis sebagai berikut:

وَأَمَّا قَوْله : ( أَفَلَا نُقَاتِلهُمْ ؟ قَالَ : لَا ، مَا صَلَّوْا )

فَفِيهِ مَعْنَى مَا سَبَقَ أَنَّهُ لَا يَجُوز الْخُرُوج عَلَى الْخُلَفَاء

بِمُجَرَّدِ الظُّلْم أَوْ الْفِسْق مَا لَمْ يُغَيِّرُوا شَيْئًا مِنْ قَوَاعِد الْإِسْلَام .

Maknanya ialah tidak dibenarkan keluar dari kepemimpinan khilafah hanya semata berdasarkan kezaliman dan kefasiqan selama para pemimpin itu tidak merubah sesauatupun dari kaedah-kaedah Al-Islam.

Ulama salaf ini dengan jelas sekali menggaris-bawahi bahwa selagi pemimpin masih menegakkan secara formal sistem kekhalifahan dan tidak merubah sesuatupun dari kaedah kaedah ajaran Al-Islam, maka tidak dibenarkan bagi seorang mukmin meninggalkan atau keluar dari kepemimpinan tersebut, walaupun akhlaq pemimpinnya zalim dan fasiq.

Saudaraku, permasalahan kita ummat Islam dewasa ini adalah bahwa bukan saja negeri-negeri Islam dipimpin oleh sebagian besar pemimpin yang berkepribadian zalim dan fasiq, tetapi sudah jelas mereka tidak menegakkan sistem kekhalifahan dan bahkan nyata benar bahwa kaedah-kaedah Islam telah banyak yang dirubah, baik oleh sang pemimpin tertinggi maupun oleh kepemimpinan kolektif kolaborasi lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Untuk membuktikan kebenaran sinyalemen di atas tidaklah sulit. Karena dalam realitas keseharian terlalu banyak contoh kasus yang membenarkannya daripada membantahnya. Sungguh benarlah kita dewasa ini sedang menjalani masa fitnah sebagaimana telah disinyalir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam.

بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي

كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki diwaktu pagi masih mukmin dan diwaktu sore telah kafir, dan diwaktu sore masih beriman dan paginya sudah menjadi kafir, ia menjual agamanya demi kesenangan dunia.“(HR Ahmad 8493)

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا

وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

"Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". (QS Al-Baqarah 250)

04 Oktober 2010

Donasi Untuk Sesama

Judulnya Donasi untuk sesama
karena postingan ini dalam rangka membantu promosi Lembaga Sosial
Dompet Shalahuddin dan membantu memberikan sumbangan untuk saudara-saudara kita

AYO BANTU, cukup dengan memposting artikel ini di blog anda,
atau dengan memasang link http://www.dompetshalahuddin.ugm.ac.id
Maka anda akan turut membantu proses perbaikan umat dan bangsa indonesia!!!

Artikel ini pernah terpasang di blog : http://alloh-only.blogspot.com, dan http://jemput-rizki.blogspot.com ,silahkan tambahkan link blog anda. mohon jangan dihapus sampai jumlahnya 10 link, kalau sudah mencapai 10 link, silahkan hapus link pertama, ini akan membantu penyebaran link anda. SAMBIL MEMBANTU, juga PROMOSI BLOG.!!!!


Sunday, October 03rd, 2010

Mulai dari jumlah yang kecil
turut membangun ummat
menuju kejayaan Islam
Pada akhir bulan oktober ini, tepatnya 24 oktober 2010, Dompet Shalahuddin yang bernaung di bawah LDK Jama’ah Shalahuddin UNIVERSITAS GADJAH MADA akan kembali memulai program Unggulannya, yaitu program pembinaan Intensif untuk siswa dan mahasiswa. Program ini akan memasuki angkatan ke IV, dimana tiap angkatan terdiri dari siswa SMA dan Mahasiswa. Siswa SMA ini mulai dibina semenjak mereka masih kelas satu di awal tahun pelajaran hingga mereka Lulus dari SMAnya. Sedangkan Mahasiswa dibina dalam rentang 1 tahun efektif saja. Meskipun mahasiswa masih berkesempatan untuk ikut kembali dalam program pembinaannya di tahun berikutnya.
Take 'n Give Januari 2010
Siswa-siswa SMA di ambil dari beberapa SMA yang cukup favorit di DIY seperti : SMA 9, SMA 6, dan MAN LAB UIN. Sedangkan dari Mahasiswa berasal dari UGM dan UNY. Besarnya beasiswa yang diberikan sebesar 100rb/bulan untuk siswa dan 250rbu/bulan untuk mahasiswa. Untuk selanjutnya akan dinaikkan besar nominalnya, menyesuaikan dengan besarnya kebutuhan yang semakin meningkat.
Hasil dari program pembinaan untuk angkatan ke III ini pun cukup menggembirakan meskipun belum sebaik yang diharapkan.
Program Pembinaan yang diadakan meliputi :
1. Program bimbingan kepribadian dan keislaman melalui MENTORING rutin mingguan
2. Program peningkatan kemampuat belajar melalui BIMBEL
3. Program pendukung yang bertujuan memberikan motivasi dan tambahan wawasan sekaligus acara penyerahan beasiswa yang diadakan tiap bulan dengan nama TAKE ‘n Give.
“Alhamdulillah, untuk angkatan ke III, saya telah mengikuti perkembangan dan ikut pula merasakan perjuangan untuk membina adik-adik SMA dari sejak mereka masuk, tepatnya Bulan November 2007, ketika Take n GIve (acara penerimaan beasiswa,red) perdana, hingga bulan Juli kemarin adik-adik SMA lulus dan sekrang sudah menyebar ke berbagai tempat untuk bekerja dan kuliah. Beberapa diantara mereka, 3 orang berhasil masuk ke universitas Gadjah Mada, dan alhamdulillah masih mau melanjutkan proses pembinaan mereka selama masih menjadi mahasiswa. Sedangkan untuk penerima beasiswa, karena sifatnya selama ini difungsikan sebagai pemdamping dan penyokong belajar adik-adik, jadi pergantian peserta mahasiswa relatif cepat, apalagi dinamika kehidupan mahasiswa lebih cepat berubah. Dulu, pada tahun pertama pembinaan, salah satu PB (penerima beasiswa, red) sudah menikah, jadi langsung keluar dari daftar PB. Kemudian ada yang cepat lulus, ada yang merasa sudah cukup berkemampuan, sehingga merasa tidak berhak untuk menerima beasiswa. Memang banyak kekurangan, namun kelebihan pun banyak, saya cukup optimis dengan program pembinaan ini.” Kata Ibnu Jihad, selaku Manager Dompet Shalahuddin 1431 H, yang sudah selama 3 tahun berkecimpung di Dompet Shalahuddin.
Untuk program pembinaan angkatan ke IV ini, dari konseptor dan bagian Pendidikan mengharapkan output binaan adalah :
1. Memiliki kepribadian dan karakter yang kuat
2. Memahami dasar-dasar Islam dan menerapkannya
3. Unggul di Bidang akademik
4. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dibidang enterpreneurship, agar mereka memiliki kemampuan untuk mandiri secara finansial
Maka untuk menuju output tersebut, Program pembinaan beasiswa angkatan ke IV ini akan menitik beratkan pada :
1. Program pembinaan kepribadian dan keislaman dalam wujud MENTORING
2. Program training atau pelatihan untuk menumbuhkan motivasi, membangung kepribadian dan karakter dan kemampuan enterpreneurship dalam program TAKE ‘N GIVE bulanannya.
3. Program penunjang akademik, seti Bimbingan belajar, UJI COBA Ujian akhir, dan lain-lain
“Harapan saya, kami selaku pengurus dan pelaku program ini, bersama para peserta terus bersemangat dan terus istiqomah menjalankan program-program ini. Kebanyakan program masih mirip dengan yang dulu, hanya saja yang sudah berjalan ternyata belum optimal, sehingga banyak kekurangan di sana-sini. Kemungkinan penyebab terbesarnya adalah semangat “pemuda” yang mengurus program ini tidak terpuaskan di Dosha (nick name dari Dompet Shalahuddin, red) ini. Maklum, sebagian besar adalah program rutin, dan sebagian besar mingguan. Jadi cepat bosan. Disitulah tantangannya.” ujar sang Manager.
Apabila anda tertarik untuk memberikan bantuan, baik berupa Donasi untuk beasiswa, atau sekedar infaq untuk membantu kelancaran kegiatan, pintu donasi dibuka selebar-lebarnya. silahkan hubungai saudara AMRIH TUHU PRASETYA di 085691882550 atau komen via http://dompetshalahuddin.ugm.ac.id
Atau pilih beberapa pilihan donasi berikut :
1. Donasi tidak tetap : bisa langsung mengirimkan donasinya melalui rekening Bank Muamalat 926 42410 99 an Dompet Shalahuddin, atau hubungi saja saudara AMRIH, maka kami akan menjemput donasi anda.
2. Donatur Tetap, tidak ditentukan besar maksimumnya. Langsung kontak saja saudara AMRIH
3. Bagi MAHASISWA atau PELAJAR, tapi mempunyai keinginan besar untuk membantu, ada program 5000 perak, besar donasinya minimal 5000 rupiah perbulan, nanti anda akan mendapat kartu donasi dan akan diminta untuk menyetorkan donasinya setiap bulan.
4. Menjadi ORANG TUA ASUH.
Untuk info lebih jelasnya hubungai saudara AMRIH selaku bagian Public Relation dan yang menangani hal-hal terkait DONASI.
“Mungkin terlihat sepela, hanya 20 orang yang kami bina, namun siapa yang menyangka seperti apa masa depan mereka dan seperti apa kontribusi yang bisa mereka berikan untuk Ummat dengan mengatas namakan ALLAH subhanahuwata’ala. Kami tahunya ya, ini yang bisa kami lakukan.” tutup sang Manager.
Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Dompet Shalahuddin? hubungi saja kami via
WEB : www.dompetshalahuddin.ugm.ac.id
email : dompetshalahuddin@yahoo.co.id ini JUGA FACEBOOK
atau via HP di 085640449177 (Ibnu Jihad), kalau ditelpon tidak diangkat, silahkan sms saja.
ATAU BAGI ANDA PEMILIK WEB ATAU BLOG, CUKUP BANTU MENYEBARKAN ARTIKEL INI ATAU MENYEBARKAN LINKNYA SAJA sudah cukup. TERIMAKASIH. Jazakumullah khoiron katsir.

Lihat juga program kami lainnya di http://dompetshalahuddin.ugm.ac.id/login/index.php/kegiatan

30 September 2010

Senyum menjelang Kematian


Kematian bukanlah hal yang menyakitkan, menakutkan
kalau kita menjemputnya dengan syahid...
dan Allah pun meridhoi kita sebagai seorang syuhada

bahkan
kita akan dengan senang hati menyambutnya
dan kemudian
tersenyum gembira, begitu gembira

sembari mengucapkan....

Laa ilaaha illallaah...
Muhammadarrosuulullah...

Selamat jalan sang mujahid...

walaupun orang barat mengatakan engkau teroris

tapi kenapa aku harus percaya dengan orang-orang kafir itu...




http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tersenyum-as-saddam-tersenyum-sebelum-dihukum-mati.htm

Tentara AS: Saddam Hussein Tersenyum Sebelum Dihukum Mati



Sebuah surat kabar Yordania melaporkan bahwa seorang tentara Amerika membenarkan bahwa mantan presiden Saddam Hussein terlihat tersenyum sebelum pelaksanaan hukuman mati terhadapnya dilakukan.

Surat kabar Iris Yordan telah mendapatkan sejumlah pesan media AS yang dikirimkan oleh seorang tentara AS kepada istrinya yang menggambarkan saat-saat terakhir dalam kehidupan mantan Presiden Irak Saddam Hussein.

Tentara AS tersebut menggambarkan pada saat akan dilakukan pelaksanaan eksekusi mati terhadap Presiden Saddam Hussein, tentara Amerika itu melihat Saddam lebih dekat dengan keajaiban dan tersenyum dalam menghadapi kematiannya.

Surat kabar itu menambahkan, mengutip perkataan tentara Amerika tersebut yang mengatakan: "Saddam tersenyum setelah pengucapan kesaksiannya sebelum eksekusi, terus tersenyum sampai dia meninggal, hal ini menunjukkan bahwa Saddam seperti sedang melihat sesuatu yang membuat hatinya senang dan karena itu mengulang pengucapan kalimat syahadatnya lebih dari sekali sampai dia meninggal."

Sebagian dari apa yang dinyatakan dalam surat itu, menurut surat kabar Yordania adalah: "Saddam terlihat tegar, sementara para eksekutornya terlihat takut, beberapa dari mereka gemetar ketakutan dan yang lainnya untuk menutupi ketakutan menutup wajahnya dengan penutup wajah menyembunyikan kepanikan mereka. Saya hampir keluar dari ruang eksekusi, ketika saya melihat Saddam tersenyum setelah dia mengatakan simbol kaum muslimin (Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah/tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah) .. Saya berkata pada diriku sendiri, tampaknya tempat ini penuh dengan bahan peledak yang terkunci dalam eksekusi. Ini adalah kesimpulan yang normal. Hal ini tidak terbayangkan bahwa seseorang tertawa beberapa detik sebelum eksekusi terhadapnya dilakukan."

"Saya yakinkan Anda bahwa dia (Saddam) tersenyum seperti ia melihat sesuatu yang tiba-tiba muncul di depan matanya .. kemudian ia mengulangi simbol kekuatan umat Islam dan sejenisnya mungkin kejadian ini mempunyai pesan moral yang kuat .. Percayalah, aku telah melihat sesuatu!" tegas tentara AS tersebut.(fq/imo)


Followers!!