31 Oktober 2011

Manfaat Ilmiah membaca Al-Qur'an


Al-Qur'an

Inilah bukti kasih sayang Allah Subhanahu wata'ala kepada hambaNya

Inilah Manfaat Ilmiah Membaca Al-Quran


“Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”(Q.S. 7: 204).

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”.

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.


Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.

Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Sumber:http://islamedia.web.id

02 September 2011

Kematian datang, saat dosa menggunung | Aid Abdullah al-Qarni

repost dari eramuslim.com


Banyak orang yang ajalnya datang ketika maksiat mereka menggunung .. entah pembunuhan, zina, khamar, riba, nyanyian, tidak shalat lima waktu berjamaah, ataupun tidak peduli pada risalah Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, dan menuntut ilmu.

Laa ilaaha illallah, betapa lalainya mereka!

Sehabis ditangkap, Sa'id bin Jubair dibawa menghadap al-Hajjaj bin Yusuf.

"Siapa namamu?", tanya Hajjaj mencemooh.

"Sa'id bin Jubair", ia menyahut.

"Bukan. Nama kamu adalah si Sial (Syaqi) bin Kusair".

"Ibuku lebih tahu namaku daripda engkau".

"Celaka kamu .. celaka pula ibumu," balas Hajjaj, sambil melanjutkan, "Demi Allah, kamu akan saya masukkan ke dalam api yang menyala-nyala".

"Kalau aku tahu, kamu sanggup melakukannya, pasti engkau sudah kujadikan Tuhan!"

"Bawa sini harta kekayaan!" Didatangkanlah emas dan perak.

"Hajjaj," kata Sa'id, "Sekiranya kekayaan ini engkau kumpulkan untuk menyelamatkan dirimu dari azab yang pedih, alangkah bagusnya.Tapi, bila engkau melakukannya itu untuk riya dan ingin disebut orang, demi Allah tidak akan ada gunanya di sisi Allah sedikitpun," tukasnya.

"Bawa ke sini budak perempuan yang bisa bernyanyi," titah Hajjaj lagi.

Sa'id menangis. "Apakah lagunya enak?" Hajjaj bertanya.

"Demi Allah, bukan! Aku menangis lantaran ada budak yang diperkerjakan untuk sesuatu yang bukan untuk ia diciptakan, dan lantaran kayu yang dijadikan alat musik untuk digunakan bermaksiat kepada Allah!"

"Alihkan dia dari arah kiblat!" ujar Hajjaj.

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ
Sa'id menyahut dengan membacakan firman-Nya, "Ke mana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah." (QS. al-Baqarah [2] : 115)

"Banting dia ke tanah," perintah Hajjaj.

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ
Tapi, Sa'id menjawab, "Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain." (QS. Thaha [20] : 55)

"Demi Allah, saya akan membunuh kamu dengan cara yang tidak pernah digunakan orang," ancam Hajjaj.

"Hajjaj, engkau boleh pilih cara sesukamu. Demi Allah, cara apapun yang engkau pilih membunuhku, niscaya Allah jua akan membunuhmu dengan seperti itu!" ujar Sa'id.

Sebelum dibunuh Sa'id berdo'a.
"Ya Allah, jangan biarkan dia menindas siapapun setelah aku mati!"

Kepala Sa'id pun dipenggal oleh Hajjaj. Hanya beberapa bulan kemudian, Hajjaj meronta-ronta, karena sakit sampai Allah membinasakannya.

Wahai kaum Muslimin, sebelum ajal datang, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:
Pertama, hendaknya kita senantiasa mengingat kematian setiap waktu. Kita melakukan kelalaian tatkala kita lupa akan kematian, lupa tentang peristiwa sesudah mati. Kita melalaikan semua itu dan terperosok ke dalam maksiat, nafsu syahwat, syubhat, dan membuat Allah SWT marah.

Sampai-sampai sebagian anak muda, bila diingatkan tentang kematian mereka menjawab, "Biarkan kami hidup, makan, minum. Jangan rusak kesenangan kami..." Kematian telah mengeruhkan dunia, sehingga tidak menyisakan secuil kegembiraan pun pada orang-orang yang berhati nurani.

Ibnu Umar menasihati, "Bila waktu pagi, jangan tunggu waktu sore. Bila sore, jangan tunggu pagi. Pergunakan masa sehatmu untuk persiapan sewaktu kamu sakit. Pergunakan hidupmu untuk persiapan menghadapi kematian."

Wahai kaum Muslimin, segeralah melakukan taubatannasuha kepada Allah Ta'ala.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar [39] : 53)

Al-A'masy, ahli hadist kawakan, ditangisi anak-anaknya ketika ajalnya hampir menjemput. Ia pun berkata, "Janganlah kalian menangisiku! Demi Allah, selama enam puluh tahun lamanya aku tidak pernah ketinggalan takbiratul ihram bersama imam," tukasnya.

Sa'id Ibnu Musayyib, ketika sekarat berujar, "Alhamudililah. Selama empat puluh tahun, saya selalu berada di masjid Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, ketika muazin mengumandangkan azan."
Mereka mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan cara melakukan amal-amal shalih dan taubatannasuha. Wallahu'alam.

18 Juli 2011

Hukum Belajar Mengajar

Untuk para guru dimanapun berada, dan dalam bidang apapun :
"Berhentilah bertumbuh hari ini, maka Anda akan berhenti mengajar besok"

Hukum pendidikan
"Bagaimana Anda belajar, akan menentukan bagaimana Anda mengajar"

Keterlibatan
"Belajar yang maksimal adalah hasil dari keterlibatan yang maksimal pula"
Jangan biarkan siswa hanya mendengarkan.

"Untuk benar-benar mengimpartasi informasi perlu dibangun jembatan-jembatan"

"Pengajaran yang berhasil tidak hanya dari kepala ke kepala, tetapi dari hati ke hati."

"Pengajaran cenderung paling efektif jika orang yang belajar termotivasi dengan tepat."

"Proses belajar mengajar akan paling efektif jika murid maupun guru dipersiapkan."

Beberapa quotes yang menginspirasi.
Tamansiswa, 12 januari 2011


12 Juli 2011

sekian lama tidak posting



tengah malam, dalam kondisi lapar,sayangnya tidak ada warung 24 jam di daerah kricak.
 
"wah, kornet superqurban ini sudah matang belum ya?"tanyaku ke penghuni yang lain. kupikir sudah, karena sudah sejak kemarin mendekam di magic com dalam kondisi hidup. Panas memang, tapi tidak sampai mendidih. kupikir akan enak kalau ditambahkan ke mi instanku yang baru kumasak.

"lha, kan cuma ditarus di magic com mas, emang bisa mateng?" jawabnya.
"eh?"
tiba-tiba jadi susah menjawabnya....
bukan apa-apa, cuma bingung saja. tahunya belum mateng sama sudah mateng gimana?
"emang, definisinya mateng apaan?" 
rekanku lebih memilih diam dan melanjutkan menata barang-barangnya yang masih berantakan. saat itu pukul 12.25 dini hari. Tetap saja kumakan kornet dari idul adha 1431 H itu. Enak juga...

yang ingin ku bagikan padamu, tentang satu kata di cerita diatas  adalah "definisi". kalau ku definisikan matang adalah dimasak hingga suhu air mendidih selama sekian menit, maka jelas kornetku belum matang. tapi kalau definisinya mengalami pemanasan di dalam magic com selama 3 jam, maka luar biasa matang kornet ku :-)
jadi, maksudnya apa dong, sabar pembaca yang berbudi (tapi belum tentu budiman),... bukankah orang yang cerdas itu pandai mengkaitkan sesuatu dengan lainnya?
Mari kita kaitkan dengan masalah. katakanlah kita sedang punya masalah : "tidak bisa kekampus tepat waktu karena motor sedang mogok berat sejak seminggu yang lalu". oke, dari pernyataan itu kita bisa menyelesaikannya dengan mengubah pandangan. Kalau tidak ada motor, tentu perjalanan ke kampus menjadi lebih lama, maka ia pun menjadi telat. Menurutnya, telat disebabkan oleh ini. Masuk akalkah?
tentu saja, ya...

kalau kita membayangkan berangkat ke kampus sama seperti biasa ketika motor tersedia. Bayangan tersebut tentunya harus diubah kan? berangkat lebih pagi, atau yang lebih kreatif mencari kendaraan lain untuk ke kampus akan menyelesaikan masalah. Kalau dia, sang pemilik masalah, lebih kreatif.

Seringkali, masalah muncul bukan karena orang lain, atau karena lingkungan kita, atau lainnya. Masalah muncul seringkali karena kita menganggapnya sebagai "masalah", atau karena kita mendefinisikannya sebagai "masalah". Bagaimana kalau definisi masalah tersebut kita ubah, bisa jadi yang tadinya kita anggap masalah ternyata bukan lagi masalah. coba saja. setelah itu, sulit sekali mengatakan "ah ini masalah", "ah saya tidak bisa", dan beberapa kalimat negatif lainnya.

seorang bijak pernah berkata "hikmah itu seperti barang temuan, barangsiapa menemukannya maka ambillah"

Dari Syu'aib,Rasulullah bersabda :"Sungguh perkara seorang mukmin itu menakjubkan. Semua perkaranya merupakan kebaikan dan hal itu tidak didapati kecuali pada diri orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan lalu kemudian bersyukur, maka itu baik baginya. Bila terkena kesempitan/musibah lalu bersabar, maka itu kebaikan pula baginya." HR Muslim.

Definisikan saja masalah sebagai keburukan menurut pandangan Allah Ta'ala, maka kita akan mendapatkan masalah jika dan hanya jika kita ingkar,bermaksiat kepadaNya, melanggar perintahNya. 
Begitu kan?

Followers!!